Film 1922, adaptasi dari novella Stephen King, berhasil menyajikan sebuah kisah kelam yang menusuk jiwa. Jujur saja, saya awalnya tidak familiar dengan judul ini, namun King kembali membuktikan kepiawaiannya dalam membangun ketegangan psikologis. Kita diajak masuk ke benak Wilfred James, seorang peternak di Nebraska tahun 1922, yang keputusannya untuk membunuh istrinya demi keuntungan finansial bukan hanya menghancurkan hidupnya, tapi juga menyeret putranya yang masih remaja ke dalam jurang kegelapan.
Akting Thomas Jane sebagai Wilfred sangat memukau, ia mampu menampilkan sosok pria yang awalnya bangga namun perlahan dihantui oleh dosanya. Film ini bukan sekadar horor jump-scare; ia adalah studi karakter tentang rasa bersalah, penyesalan, dan bagaimana sebuah kejahatan bisa merusak segalanya. Setiap adegan terasa berat dan mencekam, membuat penonton sulit untuk sekadar rebahin badan santai. Meskipun temponya cenderung lambat, ini justru membangun atmosfer yang intens. Jika Anda mencari tontonan yang berbeda dari film aksi terbaru yang biasanya penuh ledakan, 1922 menawarkan ketegangan yang lebih internal dan menghantui. Ini adalah tontonan yang akan terus membayangi pikiran Anda lama setelah kredit berakhir.