Meskipun datang dari sutradara sekaliber Steven Spielberg, '1941' mungkin bukan mahakarya yang Anda harapkan. Film ini mencoba menyajikan komedi kekacauan pasca-serangan Pearl Harbor di California, di mana kepanikan massa dan pencarian kapal selam Jepang menjadi inti cerita. Sayangnya, hasilnya terasa terlalu bising dan kurang fokus. Beberapa adegan memang lucu, tapi seringkali komedi yang disajikan terasa dipaksakan dan berlebihan. Alur ceritanya melompat-lompat, membuat penonton sulit terhubung dengan karakter atau intinya.
Meskipun begitu, skala produksi film ini cukup masif dan detail latar belakang era 40-an patut diacungi jempol. Para pemain berusaha keras, namun materi yang mereka dapatkan mungkin tidak cukup kuat untuk menopang keseluruhan film. Bagi yang mencari tontonan komedi perang yang unik atau mungkin lebih menyukai drama sejarah yang intens seperti beberapa film korea rebahin, "1941" bisa jadi pengalaman yang campur aduk. Ini bukanlah mahakarya Spielberg, tapi setidaknya menawarkan perspektif yang berbeda tentang histeria perang. Kalau kamu penasaran dengan film-film lawas yang jarang dibahas, jangan lewatkan ulasan di rebahin film terbaru.