1978 2 2024 bukan sekadar film tentang sepak bola. Ia mengajak kita menyelami kengerian di balik euforia Piala Dunia 1978, saat Argentina bersiap meraih kemenangan. Di tengah hiruk pikuk itu, sebuah rezim militer melakukan penculikan brutal yang berujung pada kekeliruan fatal. Film ini berhasil membangun ketegangan yang mencekam sejak awal, membuat penonton terus bertanya-tanya nasib para pemuda yang salah culik itu.
Intensitas interogasi yang ditampilkan terasa begitu nyata dan mengganggu, jauh dari tipikal drama yang sering kita lihat. Ini bukan seperti kebanyakan film horor terbaru yang mengandalkan jumpscare, melainkan horor psikologis yang merayap perlahan dan meninggalkan bekas. Meskipun bukan sebuah film korea rebahin, '1978 2 2024' menawarkan pengalaman sinematik yang gelap dan menggugah, memotret sisi kelam sejarah dengan sangat berani. Penonton akan diajak merenungkan batasan kemanusiaan dan harga dari sebuah kekuasaan. Sebuah tontonan yang kuat dan patut diperhitungkan.