Gun 2016 mencoba menghadirkan kembali formula drama tinju yang sudah tak asing lagi: seorang mantan petarung pecandu alkohol yang harus kembali ke ring demi menebus masa lalu dan menyelamatkan masa depan. Premisnya memang klise, namun selalu punya daya tarik tersendiri. Para aktornya sebenarnya tampil cukup meyakinkan, terutama dalam memerankan pergulatan batin karakter utama. Mereka berhasil membawakan emosi yang pas, bahkan di tengah keterbatasan. Sayangnya, kelemahan terbesar film ini terletak pada naskahnya yang terasa amatir. Alur cerita seringkali mudah ditebak dan dialognya kurang mendalam, membuat beberapa adegan terasa hambar dan kurang berdampak. Bagi kamu yang mencari film barat rebahin dengan tema tinju, 'Gun 2016' bisa jadi pilihan untuk mengisi waktu luang. Meskipun bukan drama tinju terbaik, ada beberapa momen yang cukup menyentuh. Jika kamu suka menonton film terbaru subtitle indonesia dengan cerita tentang penebusan, mungkin film ini patut dicoba, asalkan kamu tidak berekspektasi terlalu tinggi pada plotnya. Secara keseluruhan, 'Gun 2016' adalah film yang memiliki potensi, namun eksekusinya kurang maksimal akibat naskah yang kurang kuat. Tetap saja, performa para pemainnya patut diacungi jempol.