Film Chat 2015 ini sungguh menawarkan premis yang menarik dan berani. Bayangkan, seorang ayah yang harus berjuang melawan photophobia, sekaligus menyelami labirin gelap dunia obrolan cybersex demi menemukan putrinya yang hilang. Konsepnya saja sudah membuat bulu kuduk merinding. Film ini berhasil mengangkat isu sensitif seputar bisnis kotor di dunia maya tanpa menutup-nutupinya, namun anehnya, berhasil membuatnya terasa simpatik dari sudut pandang sang ayah.
Narasi yang disajikan cukup konsisten, mempertahankan ketegangan dan rasa penasaran penonton dari awal hingga akhir. Meskipun bukan tipikal film barat rebahin yang penuh aksi, kekuatan Chat 2015 terletak pada intrik psikologis dan drama pencarian yang mencekam. Film ini mengajak kita merenung tentang bahaya tersembunyi di balik layar digital dan sejauh mana seorang orang tua akan melangkah demi anaknya. Bagi penggemar misteri dan drama yang mendalam, film thriller rebahin ini patut disaksikan karena potensinya yang besar dalam menyampaikan pesan moral.