“Luv 1967” adalah tontonan yang mungkin awalnya membuat dahi kita berkerut, tapi justru di situlah letak keunikannya. Film ini memperkenalkan kita pada Harry, seorang pria yang hidupnya bisa dibilang di ambang kehancuran. Pertemuannya kembali dengan seorang teman lama yang sedang dilanda masalah perkawinan, justru memicu ide gila: menjadikan Harry alat untuk membebaskan temannya dari ikatan pernikahan demi wanita lain bernama Ellen.
Konsepnya memang terdengar absurd dan gelap, namun “Luv 1967” berhasil menyajikannya dengan sentuhan yang menarik. Ini bukan sekadar komedi gelap biasa, melainkan sebuah film romance rebahin yang juga menyelami kompleksitas hubungan manusia dan keputusan-keputusan konyol yang kadang kita ambil. Drama yang disajikan terasa jujur, meskipun dengan premis yang tidak biasa. Kita diajak melihat bagaimana karakter-karakter ini bergulat dengan moralitas, keinginan, dan konsekuensi dari pilihan mereka. Bagi pecinta film drama rebahin yang mencari sesuatu yang sedikit berbeda, “Luv 1967” menawarkan perspektif segar tentang cinta, pengkhianatan, dan pencarian kebahagiaan, dengan cara yang kadang membuat kita tertawa miris. Film ini layak ditonton untuk memahami dinamika aneh yang bisa terjadi dalam sebuah hubungan.