Punch 2 (2022) datang dengan premis yang menarik, tentang Jim yang bergulat dengan identitasnya di tengah persiapan pertarungan profesional pertamanya. Awalnya, saya mengharapkan lebih banyak keanehan dari film ini, mungkin sentuhan yang lebih eksentrik dalam penceritaannya. Namun, yang disajikan adalah drama yang lebih introspektif dan jujur.
Pertemuan Jim dengan Whetu, seorang lelaki Maori gay, menjadi inti dari pergolakan batin Jim. Dinamika hubungan mereka dieksplorasi dengan cukup mendalam, membuat penonton ikut merenungkan pertanyaan-pertanyaan tentang penerimaan diri dan orientasi. Ini jelas bukan film drama subtitle indonesia biasa dengan plot yang bisa ditebak. Film ini mengajak kita melihat sisi rentan seorang atlet, jauh dari citra maskulin yang sering ditampilkan.
Meskipun bukan film thriller rebahin yang penuh ketegangan mendebarkan, Punch 2 berhasil membangun atmosfer yang intim dan personal. Ceritanya mengalir lambat namun penuh makna, fokus pada perkembangan karakter dan emosi. Film ini mungkin tidak akan memuaskan jika Anda mencari tontonan yang serba cepat, tapi bagi penggemar drama yang menyentuh hati, ini bisa jadi pilihan menarik.