Film Maya 2018 ini menawarkan sebuah perjalanan emosional yang intens, jauh dari hiruk pikuk genre lain seperti film korea rebahin yang mungkin lebih ringan. Kita diajak mengikuti Gabriel, seorang reporter perang Prancis yang baru saja dibebaskan setelah berbulan-bulan disandera di Suriah. Kepergiannya ke India bukan sekadar pelarian fisik, melainkan upaya untuk menemukan kembali dirinya di tengah trauma yang mendalam.
Sutradara berhasil membangun atmosfer yang melankolis namun juga penuh harapan, di mana keindahan lanskap India menjadi kontras yang menarik dengan gejolak batin Gabriel. Penonton akan merasakan perjuangan Gabriel dalam menghadapi bayang-bayang masa lalu, serta upayanya untuk terhubung kembali dengan kemanusiaan. Ini adalah tontonan yang memaksa kita merenung, bukan hanya tentang perang dan trauma, tetapi juga tentang proses penyembuhan dan pencarian makna hidup. Jika kamu mencari drama introspektif yang kuat dan berbeda dari koleksi film populer kebanyakan, Maya 2018 patut kamu pertimbangkan. Sebuah kisah yang menyentuh dan meninggalkan kesan mendalam.