Film 'Tove' (2020) ini membawa kita menyelami kehidupan Tove Jansson, seniman di balik Moomin yang ikonik. Berlatar Helsinki pasca-perang 1945, kita disuguhkan suasana kebebasan artistik dan sosial yang mulai merekah. Tove, pelukis ambisius, mendapati takdir membawanya ke arah tak terduga melalui Moomin, yang awalnya hanya dongeng pengantar tidur di bunker.
Saya terkesan dengan bagaimana film ini menggambarkan pergolakan batin Tove, antara impiannya sebagai pelukis serius dan kisah Moomin yang mendunia. Ini bukan biopik biasa, melainkan eksplorasi identitas, cinta, dan bagaimana karya terbesar bisa muncul dari hal-hal tak terencana. Penggambaran era 40-an dan 50-an terasa autentik dan mendalam.
Nuansa film ini jauh dari kesan tegang seperti menonton film horror subtitle indonesia. Justru, ada kehangatan dan kejujuran yang menonjol. Bagi yang penasaran dengan perjalanan kreatif Tove Jansson atau sekadar ingin menikmati sinematografi indah, 'Tove' sangat layak ditonton. Jangan lewatkan kisah inspiratif ini. Coba cari di rebahin lk21.