Beba 2021 bukan sekadar film dokumenter biasa, melainkan sebuah pengalaman sinematik yang jujur dan berani. Film ini mengajak kita menyelami pikiran Rebeca 'Beba' Huntt, seorang Afro-Latina kelahiran New York, yang dengan berani menelanjangi trauma sejarah, sosial, dan generasi yang membentuk dirinya. Gaya penceritaannya yang puitis namun mentah membuat setiap adegan terasa personal dan kadang menusuk, seolah kita diajak langsung ke dalam alam bawah sadarnya. Meskipun bukan koleksi film rebahin yang menawarkan ketegangan ala *film horor rebahin* pada umumnya, Beba 2021 justru menyajikan 'horor' dalam bentuk yang lebih mendalam: kengerian dari luka masa lalu yang terus menghantui dan membentuk identitas seseorang. Ini adalah potret diri yang tanpa filter, memaksa penonton untuk merefleksikan diri dan melihat dampak warisan trauma yang seringkali tak terlihat. Sebuah tontonan yang provokatif, penting, dan meninggalkan kesan mendalam.