Film 'Moth' (2016) ini adalah contoh nyata bagaimana genre found footage bisa jadi pedang bermata dua. Ekspektasi awal saya cukup tinggi saat mendengar premisnya: seorang dosen dan muridnya yang antusias menjelajahi Eropa demi mitologi Mothman. Kedengarannya seperti petualangan horor yang seru, bukan? Sayangnya, yang saya dapatkan justru pengalaman menonton yang terasa hambar dan membosankan.
Sepanjang film, kita disuguhi rekaman goyang yang mencoba menciptakan ketegangan, tapi malah berakhir membuat pusing dan frustrasi. Plotnya terasa sangat dipaksakan, dengan karakter-karakter yang kurang berkembang sehingga sulit untuk peduli dengan nasib mereka. Alih-alih membangun misteri, film ini justru terasa seperti kumpulan adegan acak yang kurang terarah.
Bagi penggemar film barat rebahin bergenre horor found footage, mungkin ada yang masih penasaran. Namun, secara keseluruhan, 'Moth' gagal total dalam menyampaikan kengerian yang dijanjikan. Ini lebih terasa seperti proyek mahasiswa yang belum matang daripada film horor serius. Jujur saja, setelah menontonnya, saya merasa waktu saya terbuang sia-sia. Kalau kamu mencari tontonan horor yang benar-benar menegangkan, sebaiknya cari di daftar lk21 lainnya. Film ini jauh dari kata memuaskan.