“Fever 2016” garapan Rajeev Jhaveri mencoba menghadirkan thriller yang berbeda, namun sayangnya terasa kurang menggigit. Premisnya menarik: seorang pembunuh bersembunyi sebagai penulis, dikelilingi dua wanita misterius, Rhea dan Kaavya, yang perlahan mengungkap kebohongannya. Ini menjanjikan intrik dan ketegangan. Namun, eksekusinya terasa lambat, kurang memiliki daya tarik kuat untuk membuat penonton terus terpaku.
Film ini lebih condong ke drama psikologis, mengeksplorasi hubungan rumit antar karakter. Sayangnya, pengembangan karakternya terasa dangkal, sulit membuat kita terhubung dengan motif mereka. Dialognya pun terkadang kaku. Walaupun ada beberapa momen menjanjikan, “Fever 2016” gagal memanfaatkan potensi ceritanya yang gelap. Bagi penggemar koleksi film populer bergenre thriller yang mencari ketegangan nonstop, mungkin akan sedikit kecewa. Namun, jika Anda mencari sebuah film drama rebahin dengan sentuhan misteri yang tidak terlalu intens, film ini bisa jadi tontonan ringan. Visualnya cukup apik, tapi itu saja tidak cukup menyelamatkan keseluruhan pengalaman menonton.