Shab (2017) hadir dengan premis yang menjanjikan, mengisahkan pencarian kebahagiaan dan cinta di tengah kerasnya kota metropolitan. Sayangnya, potensi film untuk menjadi tontonan yang berani dan provokatif justru terasa tumpul. Sutradara Onir, yang dikenal dengan karyanya yang sering mengangkat isu sensitif, kali ini seolah bermain aman. Alur cerita yang melibatkan banyak karakter memang menarik, namun eksekusinya kurang menggigit, membuat beberapa subplot terasa hambar dan kurang emosional.
Meskipun demikian, ada beberapa momen yang patut diapresiasi, terutama dalam penggambaran perjuangan individu. Film ini mencoba menyentuh berbagai lapisan masyarakat, namun gagal memberikan dampak yang mendalam. Bagi Anda yang mencari film drama terbaik dengan konflik batin yang kuat, Shab mungkin terasa kurang memuaskan. Namun, jika Anda penasaran dengan visi Onir yang sedikit berbeda dari biasanya, film ini bisa menjadi pilihan. Anda bisa mencari link untuk streaming film subtitle indonesia untuk menyaksikan sendiri bagaimana kisah ini terurai. Secara keseluruhan, Shab adalah upaya yang kurang maksimal, meninggalkan kesan 'apa yang bisa terjadi jika...?'.