Gook (2017) adalah tontonan yang jujur dan menyentuh, jauh dari sekadar drama kerusuhan L.A. tahun 1992. Film ini fokus pada Eli dan Daniel, dua bersaudara Korea-Amerika pemilik toko sepatu, dan persahabatan tak terduga mereka dengan Kamilla, gadis cilik berusia 11 tahun. Konflik rasial yang membara di luar toko mereka menjadi latar belakang yang kuat, namun intinya adalah perjuangan personal dan ikatan kemanusiaan.
Yang bikin film ini terasa hidup adalah chemistry antara para karakternya. Kita diajak melihat bagaimana mereka bertahan di tengah kekacauan, sambil merenungkan arti keluarga dan impian. Ini bukan tipikal film komedi rebahin, melainkan drama yang sarat emosi dan pertanyaan tentang identitas. Jangan berharap romansa klise, tapi ada "film romance rebahin" dalam konteks ikatan persaudaraan dan persahabatan yang tulus. Sinematografinya yang hitam putih menambah kedalaman dan fokus pada ekspresi para pemain. Gook berhasil menyajikan potret kompleks tentang satu hari yang mengubah segalanya. Wajib tonton!