Kings 2017 mencoba mengangkat latar belakang kerusuhan Los Angeles tahun 1992, berpusat pada sebuah keluarga asuh di South Central. Premisnya begitu kuat dan menjanjikan, apalagi dengan isu sosial dan sejarah yang diusungnya. Jujur, saya sangat menantikan film ini, berharap akan disuguhkan drama yang mendalam dan menyentuh tentang ketegangan rasial dan perjuangan hidup di tengah gejolak. Namun, sayangnya, potensi besar itu tidak sepenuhnya terwujud. Film ini terasa lambat di banyak bagian, dengan alur yang kadang kehilangan arah. Karakternya, meski diperankan oleh aktor-aktor hebat, tidak diberi ruang yang cukup untuk berkembang, membuat ikatan emosional sulit terbentuk. Ini bukan seperti film thriller rebahin yang akan membuatmu terpaku di kursi, apalagi film komedi rebahin yang bisa jadi tontonan santai. Lebih tepatnya, ini adalah drama yang mencoba menyampaikan pesan penting, tapi eksekusinya terasa kurang menggigit. Ada momen-momen yang berpotensi kuat, namun seringkali tenggelam dalam narasi yang kurang fokus. Akhirnya, "Kings 2017" menjadi kekecewaan yang disayangkan, sebuah film dengan ide brilian namun penyampaian yang hambar.