Aria 1987 bukan sekadar film, melainkan sebuah eksperimen sinematik yang berani dan memukau. Bayangkan sepuluh sutradara kaliber dunia seperti Ken Russell dan Jean-Luc Godard diberi kebebasan penuh menafsirkan aria klasik menjadi visual. Hasilnya adalah antologi beragam, kadang surealis, kadang provokatif, namun selalu meninggalkan kesan mendalam. Setiap segmen memiliki identitasnya sendiri, didorong oleh kekuatan musik Vivaldi, Bach, atau Wagner, yang menjadi jantung narasi.
Sebagai penikmat film yang mencari sesuatu di luar kebiasaan, Aria 1987 menawarkan pengalaman kaya dan menantang. Ini adalah bukti bagaimana seni bisa saling berinteraksi, menciptakan dimensi baru. Jika Anda bosan dengan plot yang mudah ditebak dan ingin menjelajahi film romance subtitle indonesia yang lebih konvensional, koleksi film rebahin ini adalah alternatif yang menyegarkan. Meskipun tidak semua segmen akan cocok untuk setiap selera, keberanian artistiknya patut diacungi jempol. Sebuah tontonan yang akan membuat Anda berpikir lama setelah layar padam.