Aviva 2020 bukan sekadar film romantis biasa. Sutradara Boaz Yakin menghadirkan sebuah narasi yang berani dan eksperimental tentang hubungan, cinta, dan identitas gender melalui lensa yang sangat unik. Alih-alih satu aktor untuk satu karakter, Aviva dan Eden masing-masing diperankan oleh dua aktor berbeda (satu pria, satu wanita), yang bergantian muncul dalam adegan-adegan krusial. Pendekatan ini secara cerdik mengeksplorasi kompleksitas diri kita dan bagaimana pandangan kita terhadap pasangan bisa berubah.
Film ini mengajak penonton untuk merenungkan dinamika pernikahan dari awal yang penuh gairah hingga akhirnya menemukan bentuk persahabatan yang tak terduga. Dialog-dialognya terasa mentah dan jujur, seolah kita mengintip langsung ke dalam pikiran dan perasaan karakter. Bagi pecinta film indonesia rebahin yang mungkin mencari sesuatu yang berbeda dari romansa konvensional, Aviva 2020 menawarkan pengalaman sinematik yang provokatif dan tak terlupakan. Ini adalah tontonan yang mungkin tidak untuk semua orang, namun bagi mereka yang terbuka terhadap eksperimen artistik dalam sebuah drama hubungan, film ini patut dipertimbangkan. Sebuah eksplorasi yang mendalam tentang evolusi cinta dan identitas, menjadikannya salah satu film barat rebahin yang paling berani tahun itu.