Blame (2017) hadir sebagai drama remaja yang jauh dari kata klise. Film ini langsung mengajak penonton menyelami dunia SMA yang penuh intrik dan hubungan terlarang, mengingatkan kita pada nuansa gelap ala 'The Crucible' yang legendaris. Premis utamanya berpusat pada dinamika berbahaya antara seorang guru drama dan siswa yang secara emosional rapuh, memicu gelombang kecemburuan di antara teman-teman sekelasnya. Ini bukan sekadar cerita cinta biasa; Blame mengeksplorasi sisi gelap obsesi, dendam, dan konsekuensi dari pilihan yang salah.
Penyutradaraan dan aktingnya patut diacungi jempol, berhasil menciptakan atmosfer yang tegang dan tidak nyaman, membuat kita terus bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika kamu mencari drama yang menguras emosi dengan sentuhan film romance rebahin yang kontroversial, Blame (2017) bisa jadi pilihan menarik. Film barat rebahin ini sukses membangun narasi yang membuat penonton berpikir panjang setelah film berakhir, tanpa perlu mengandalkan *jump scare* atau efek khusus berlebihan. Sebuah tontonan yang berani dan layak dipertimbangkan.