Siapa sangka kisah seorang filsuf bisa dikemas seabsurd dan semenarik ini? 'Camus 2010' berhasil menyajikan potret Albert Camus yang jauh dari kesan kaku, justru sangat manusiawi, bahkan kadang bajingan. Film ini mengajak kita menyelami kehidupan sang pemikir besar bukan dari buku sejarah, melainkan dari sudut pandang para wanita yang pernah mengisi hidupnya. Ini adalah pendekatan yang segar, memberikan nuansa romantis sekaligus penuh ironi yang membuat kita betah mengikuti setiap alurnya.
Dari sana, kita melihat bagaimana Camus, dengan segala kompleksitas pribadinya, berinteraksi dengan cinta dan kehidupan. Ada momen-momen yang membuat kita tersenyum geli, bahkan tertawa kecil, meskipun inti ceritanya cukup mendalam. Bagi pecinta film komedi rebahin, mungkin ini bukan komedi slapstick, tapi humor cerdasnya akan terasa pas. Penggambaran karakter Camus melalui mata para wanita ini sangat kaya, menunjukkan sisi romantisnya, kepribadiannya yang tertutup, dan juga sisi 'bajingan' yang tak terduga. Sebuah tontonan yang membuka mata, sekaligus menghibur tanpa perlu merusak esensi pemikiran Camus itu sendiri. Sangat direkomendasikan bagi mereka yang mencari tontonan unik dan berbobot.