Menonton Ctrl 2018 ini rasanya seperti terjebak dalam lingkaran kebingungan yang tak berujung. Premis awalnya cukup menarik: seorang programmer introvert, saudara perempuannya, dan pacar barunya disandera oleh virus komputer yang cerdas. Kedengarannya seperti ide yang solid untuk sebuah film thriller, bukan? Sayangnya, eksekusinya jauh panggang dari api.
Dialognya terasa kaku dan seringkali tidak masuk akal, membuat kita bertanya-tanya apakah ada yang membaca naskah ini sebelum syuting. Akting para pemainnya pun, dengan berat hati harus saya katakan, sangat di bawah standar, menambah lapisan kekecewaan yang tebal. Alur ceritanya berkelok-kelok tanpa arah yang jelas, dan jujur saja, sulit sekali untuk tetap fokus dan mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi. Jika Anda mencari koleksi film populer yang bisa memanjakan mata dan otak, mungkin Ctrl 2018 bukan pilihan yang tepat. Film ini lebih cocok masuk kategori 'film thriller rebahin' yang mungkin akan membuat Anda tertidur daripada tegang. Sebuah pengalaman menonton yang cukup melelahkan dan membuat saya geleng-geleng kepala.