Gummo 1997 bukan film yang mudah dicerna, dan mungkin itu justru daya tariknya. Film ini membawa kita ke Xenia, Ohio, sebuah kota yang seolah membeku dalam kehancuran pasca-tornado tahun 70-an. Melalui mata Solomon dan Tummler, kita disuguhkan fragmen-fragmen kehidupan yang mentah, aneh, dan kadang mengganggu dari para remaja yang terperangkap dalam lingkungan yang terlupakan. Ini adalah potret jujur tentang marginalisasi, tanpa narasi yang jelas atau tujuan yang kentara.
Daripada cerita konvensional, Gummo lebih mirip kumpulan observasi yang dibingkai apik, menunjukkan sisi gelap dan absurditas eksistensi. Karakternya unik, bahkan bisa dibilang "anak-anak aneh" yang menciptakan dunia mereka sendiri di tengah puing-puing. Bagi penggemar sinema eksperimental atau mereka yang mencari sesuatu di luar film-film populer seperti film korea subtitle indonesia, Gummo menawarkan pengalaman yang sangat berbeda. Film ini mungkin tidak membuat Anda nyaman, tapi pasti akan meninggalkan kesan. Jangan harap plot yang rapi, ini adalah pengalaman sinematik yang brutal dan tak terlupakan, bahkan untuk yang biasa nonton di rebahin lk21.