Menyaksikan 'Iris' (2014) adalah pengalaman yang benar-benar menyegarkan. Film dokumenter ini berhasil menangkap esensi dari Iris Apfel, ikon gaya berusia 93 tahun yang luar biasa. Albert Maysles, sang sutradara legendaris, dengan apik menampilkan kehidupan Iris yang penuh warna, mulai dari koleksi fashionnya yang eksentrik hingga filosofi hidupnya yang inspiratif. Bukan sekadar film yang memamerkan pakaian mahal, 'Iris' jauh lebih dalam dari itu. Ini adalah perayaan individualitas, kreativitas, dan semangat tak lekang oleh waktu.
Iris Apfel mengajarkan kita bahwa usia hanyalah angka dan gaya adalah ekspresi diri yang tak terbatas. Setiap adegan terasa begitu otentik, seolah kita diajak masuk ke dalam dunia pribadinya yang penuh kejutan dan kebijaksanaan. Jujur saja, film ini jauh dari genre rekomendasi film action yang biasanya saya tonton, namun pesonanya tak kalah kuat. Jika kamu mencari tontonan yang memberikan inspirasi dan pandangan baru tentang kehidupan, 'Iris' adalah pilihan yang tepat. Ini bukan sekadar dokumenter, melainkan sebuah pelajaran hidup yang dikemas dengan sangat indah. Lupakan sejenak film indonesia rebahin yang itu-itu saja, dan biarkan Iris Apfel memukau Anda dengan karismanya.