Setelah kemarin dibuat geleng-geleng kepala dengan akting di "The Town That Dreaded Sundown", malam ini giliran "Mercy" yang saya tonton. Jujur, ekspektasi saya tidak terlalu tinggi, mengingat sinopsis dasarnya tentang seorang ibu tunggal dan kedua anaknya yang merawat nenek mereka dengan kekuatan mistis. Kedengarannya klise, kan? Tapi ternyata, film ini berhasil membangun atmosfer yang cukup mencekam tanpa harus mengandalkan jump scare murahan. Akting para pemainnya, terutama Lily Collins dan Chandler Riggs, cukup meyakinkan dalam memerankan ketegangan psikologis yang mereka alami. Alur ceritanya memang lambat di awal, namun perlahan mengungkap misteri di balik kekuatan nenek yang disebut 'Mercy' ini. Bagi penggemar horor yang mencari sesuatu yang lebih ke arah drama supranatural, film ini bisa jadi pilihan menarik. Jauh berbeda dengan intensitas beberapa film barat rebahin lainnya, 'Mercy' menawarkan horor yang lebih halus dan mengganggu secara emosional. Kalau kamu suka dengan film-film yang punya elemen misteri keluarga dan sedikit nuansa supernatural, mungkin saja kamu akan lebih terhibur daripada saat menonton beberapa film korea rebahin yang akhir-akhir ini terasa kurang greget. Keseluruhan, 'Mercy' adalah tontonan yang lumayan untuk mengisi malam.