Panic (2014) bukanlah film thriller biasa yang mengandalkan jumpscare, melainkan sebuah perjalanan psikologis yang gelap dan mencekam. David Gyasi berhasil memerankan Andrew Deeley dengan sangat meyakinkan, seorang jurnalis musik yang hidup terisolasi di apartemennya setelah mengalami serangan brutal. Rasa trauma dan paranoia yang ia alami terasa begitu nyata, membuat penonton ikut merasakan ketidaknyamanan dan kecurigaannya terhadap dunia luar.
Film ini unggul dalam membangun atmosfer claustrophobic dan ketegangan yang perlahan merayap. Obsesi Andrew terhadap tetangganya, Kem (Yennis Cheung), digambarkan dengan sangat intens, mengaburkan batas antara kenyataan dan delusi. Sinematografinya yang kelam dan scoring musik yang mengganggu semakin memperkuat nuansa tegang. Meskipun alurnya bergerak lambat di beberapa bagian, hal itu justru menambah kedalaman karakter Andrew dan membuat kita terus bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Bagi kamu yang suka thriller yang menguras pikiran, Panic (2014) ini patut dicoba. Setelah menonton film modern seperti ini, mungkin kamu juga tertarik melihat rekomendasi film klasik yang tak kalah mendalam. Jangan lewatkan kesempatan untuk menonton dan membahas film ini, terutama jika kamu mencari film terbaru rebahin yang berkualitas.