Melihat kembali kiprah seorang seniman legendaris memang selalu menarik, apalagi jika kisahnya dibungkus dengan cara yang unik. Film Pino 2020 berhasil menyajikan narasi tersebut. Kita diajak menelusuri jejak Pino Pascali, seorang seniman kontemporer yang meninggal di puncak karirnya pada tahun 1968 di Roma. Fokus utamanya bukan pada detail hidupnya, melainkan pada perjalanan sebuah karya seni monumental yang akhirnya kembali ke tanah kelahirannya di Apulia, 50 tahun setelah kepergian sang seniman.
Yang membuat film ini istimewa adalah cara penceritaannya melalui lensa Pino Musi. Setiap foto yang disajikan terasa berbicara, menghidupkan kembali semangat dan warisan Pascali. Rasanya seperti menyaksikan sebuah pameran bergerak yang penuh emosi dan sejarah. Bagi kamu yang mungkin lebih suka genre yang lebih ringan seperti film romance rebahin, mungkin awalnya akan ragu. Namun, kisah ini menawarkan kedalaman yang berbeda, tentang apresiasi seni dan kerinduan akan asal. Ini adalah tontonan yang pas bagi pecinta seni dan sejarah, atau siapa pun yang mencari rebahin film terbaru dengan narasi yang kuat dan visual yang memukau. Film ini mengajak kita merenungkan nilai sebuah karya dan bagaimana ia bisa melampaui waktu.