Mencari film yang berani mengeksplorasi spektrum emosi manusia, khususnya cinta, dari berbagai sudut pandang? Prism 2017 menyajikan sebuah antologi yang cukup menarik dan bikin mikir. Film ini terbagi dalam tujuh bab, di mana masing-masing bab mencoba menafsirkan cinta—entah sebagai mantra, penyakit, atau kekuatan yang bisa menguasai indera dan perilaku. Saya pribadi merasa film ini punya pendekatan yang segar. Alih-alih satu narasi panjang, kita diajak menyelami fragmen-fragmen kisah yang saling berkaitan secara tematis. Setiap segmen punya nuansa dan interpretasinya sendiri, kadang bikin senyum, kadang bikin merenung. Bagi penggemar film populer rebahin, Prism 2017 ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari film barat rebahin kebanyakan yang mungkin lebih fokus pada genre tunggal. Film ini cocok buat kamu yang suka tontonan yang memprovokasi pikiran dan tidak takut untuk melihat cinta dari sisi yang paling kompleks. Meskipun antologi, benang merah tentang kekuatan cinta tetap terasa kuat di setiap cerita tanpa terasa monoton. Patut dicoba kalau kamu bosan dengan alur cerita yang itu-itu saja.