Roy 2015 memang punya daya tarik awal yang kuat, terutama dari jajaran pemainnya yang karismatik dan alunan musiknya yang memikat. Ekspektasi saya cukup tinggi, apalagi dengan premis cinta segitiga yang melibatkan pembuat film dan pencuri, terdengar seperti drama yang intens. Namun, begitu film ini mulai bergulir, saya pribadi merasa seperti dibawa ke dalam labirin emosi yang membingungkan. Alih-alih terhanyut dalam kisah romansa yang kompleks, saya justru menemukan diri saya bergulat dengan alur cerita yang terasa tidak konsisten, bahkan cenderung membuat frustrasi.
Film ini berusaha menyajikan narasi yang dalam, namun penyampaiannya justru terasa berantakan, meninggalkan kesan yang campur aduk. Terkadang, rasanya seperti menonton dua film yang berbeda sekaligus. Bagi Anda yang terbiasa menikmati drama dengan plot yang lebih terstruktur seperti film korea subtitle indonesia, mungkin perlu sedikit penyesuaian. Jujur saja, setelah menonton "Roy 2015" ini, saya merasa ada semacam kekosongan, seolah-olah film ini memulai dengan janji besar namun berakhir tanpa resolusi yang memuaskan. Pengalaman menonton film subtitle indonesia ini memang unik, tapi tidak selalu dalam konotasi positif.