Steel 2015 ini sungguh bukan drama biasa. Film ini berani menyentuh sisi gelap kehidupan seorang jurnalis TV sukses bernama Daniel. Awalnya, ia tampak memiliki segalanya: karir cemerlang, kehidupan mapan. Namun, siapa sangka di balik itu semua, ia dihantam depresi parah dan serangan panik yang tiba-tiba. Saya pribadi sangat mengapresiasi bagaimana film ini menggambarkan kehancuran mental yang datang pelan tapi pasti, memaksa Daniel untuk secara brutal melihat kembali masa lalunya yang selama ini mungkin ia kubur.
Ini jelas bukan tontonan ringan, tapi sangat relevan dengan isu kesehatan mental di zaman sekarang. Film ini terasa jujur dalam mengeksplorasi bagaimana seseorang, bahkan yang terlihat paling kuat sekalipun, bisa tiba-tiba terpuruk. Walaupun bukan film comedy terbaru yang mengundang tawa, Steel 2015 menawarkan kedalaman emosi dan penceritaan yang patut diapresiasi. Penggambaran psikologis karakter utamanya cukup kuat, membuat penonton ikut merenung tentang beban hidup dan pentingnya menghadapi diri sendiri. Bagi yang mencari tontonan dengan bobot cerita dan akting intens, film ini patut masuk daftar tontonanmu, bisa kamu cari info lengkapnya di lk21. Film ini meninggalkan kesan mendalam tentang perjuangan batin yang universal.