Tevar 2015 datang sebagai salah satu film pembuka tahun yang cukup ramai dibicarakan, namun sayangnya tidak selalu dalam konotasi positif. Mengisahkan seorang pemain Kabaddi yang heroik menyelamatkan wanita dari perjodohan paksa, premisnya terdengar menjanjikan sebuah drama romansa yang intens. Sayangnya, eksekusi film ini terasa kurang menggigit dan tidak sekuat yang diharapkan.
Film ini mencoba memadukan aksi laga dengan kisah cinta yang rumit, namun seringkali kedua elemen tersebut berjalan sendiri-sendiri tanpa jalinan yang kuat. Penampilan para aktor memang patut diacungi jempol dalam beberapa adegan, tapi seringkali karakterisasi terasa dangkal. Bagi kamu yang mencari daftar film terbaru dengan cerita yang lebih solid, mungkin Tevar bukan pilihan utama untuk tontonan akhir pekan.
Meskipun begitu, bagi penggemar berat genre aksi yang dibumbui sedikit romansa dan tidak terlalu memusingkan logika cerita, film ini mungkin masih bisa dinikmati sebagai hiburan ringan. Ada beberapa momen yang cukup menghibur, terutama di paruh awal. Namun, secara keseluruhan, Tevar 2015 gagal meninggalkan kesan mendalam dan terasa seperti "film romance rebahin" yang standar tanpa banyak kejutan berarti.