Zana 2019 bukan sekadar drama biasa; ini adalah pengalaman sinematik yang menusuk kalbu. Film ini berhasil membawa kita menyelami pergolakan batin Lume, seorang wanita Kosovo yang dihantui masa lalu brutal perang dan tekanan sosial untuk memiliki anak. Sutradara Antoneta Kastrati dengan apik merangkai narasi yang gelap namun penuh empati, menunjukkan bagaimana trauma bisa mengakar dalam jiwa dan memengaruhi setiap aspek kehidupan.
Pencarian Lume akan penyembuhan, baik secara medis maupun spiritual melalui penyembuh mistik, terasa begitu otentik dan menyakitkan. Ini bukan film yang menawarkan jawaban mudah, melainkan mengajak penonton merenungkan beban warisan budaya dan pribadi. Berbeda jauh dari suasana ceria yang sering kita temukan di film komedi rebahin, Zana menyuguhkan kedalaman emosi yang luar biasa. Meski bukan tipikal film indonesia rebahin yang sering kita tonton, film ini layak mendapat perhatian karena keberaniannya mengangkat isu sensitif dengan sangat manusiawi. Akting Adriana Matoshi sebagai Lume patut diacungi jempol, ia berhasil menghidupkan karakter yang kompleks ini dengan penuh penghayatan.